<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Supply Chain Attack on Cybersecurity dan Serangan Siber Internasional</title><link>https://keamanancyber.com/tags/supply-chain-attack/</link><description>Recent content in Supply Chain Attack on Cybersecurity dan Serangan Siber Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://keamanancyber.com/tags/supply-chain-attack/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Serangan Supply Chain SolarStorm 2.0: Ancaman Baru dari Backdoor Perangkat Lunak Global</title><link>https://keamanancyber.com/posts/solarstorm-attack/</link><pubDate>Fri, 05 Dec 2025 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://keamanancyber.com/posts/solarstorm-attack/</guid><description>&lt;p&gt;Sebuah serangan supply chain besar kembali mengguncang dunia keamanan siber.&lt;br&gt;
Dikenal dengan nama &lt;strong&gt;SolarStorm 2.0&lt;/strong&gt;, insiden ini merupakan reinkarnasi dari serangan &lt;strong&gt;SolarWinds (2020)&lt;/strong&gt; yang dulu menembus ribuan jaringan pemerintah dan korporasi global.&lt;br&gt;
Versi barunya kini menargetkan &lt;strong&gt;penyedia perangkat lunak enterprise&lt;/strong&gt; di Amerika Utara dan Asia, dengan teknik &lt;em&gt;backdoor&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;persistence&lt;/em&gt; yang jauh lebih halus dan sulit dideteksi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Para peneliti menyebut SolarStorm 2.0 sebagai &lt;strong&gt;“salah satu operasi kompromi rantai pasok paling kompleks dalam sejarah digital modern.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>